Tampilkan postingan dengan label khotbah minggu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khotbah minggu. Tampilkan semua postingan

5 September 2010

kita itu (seharusnya) bhineka tunggal ika

Bhineka Tunggal Ika, itulah semboyan negara kita, Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan. Negara yang tidak hanya kaya dengan sumber daya alam, tetapi negara yang kaya dengan budaya. Negeri ini dihuni oleh berjuta-juta manusia dengan 1.128 suku bangsa (read more), berbagai bahasa daerah, berbagai adat dan kebudayaan, serta berbagai agama.
Negara ini kaya akan keberagaman. Keberagaman membuat sesuatunya menjadi indah. Indonesia itu layaknya sebuah kanvas dengan manusia-manusianya cat air yang tergores di atas kuas. Lukisan di atas kanvas dengan satu dua warna tidak akan terlihat menarik, tetapi sebuah lukisan yang dipenuhi berbagai warna akan terlihat lebih hidup.
Keberagaman itu suatu anugerah yang patut kita syukuri dan hargai. Keberagaman itu yang membuat kita saling melengkapi. Hidup dalam keberagaman bukanlah hal yang sulit bila ada sikap toleransi. Hidup berdampingan dengan orang lain dibutuhkan tolenrasi. Tiap manusia itu unik dengan cara berpikirnya masing-masing. Gw ingin berbicara tentang keberagaman agama. Hmm, gw rasa ini hal yang sedikit sangat sensitif untuk dibicarakan. Gw hanya merasa sepertinya toleransi beragama itu mulai hilang dalam kehidupan bangsa ini.
Tuhan tidak pernah menciptakan agama. Manusialah yang menciptakannya. Agama itu menjadi saluran bagi umatnya untuk berhungan dengan Tuhannya. Tidak ada yang salah dengan agama, yang salah adalah ketika seseorang mulai mempertuhankan agamanya dan menganggap kepercayaannya paling benar. Agamamu tidak akan pernah menyelamatkanmu, tetapi kepada siapa kamu beriman, itulah yang akan menjamin kehidupanmu selanjutnya.
Sangat disayangkan, banyak sekali gereja-gereja yang ditutup. Umat Tuhan dilarang untuk beribadah. Di mana toleransi dalam keberagaman hidup? Di mana bhineka tunggal ika? Di mana nilai-nilai moral bangsa Indonesia? Di mana bukti nyata dari sila kedua pancasila: kemanusiaan yang adil dan beradab serta sila ketiga: persatuan Indonesia? Di mana kebebasan beragama?
Berbicara tentang keberagaman, di kekristenan sendiri terdapat banyak perbedaan. Gw melihatnya dari kebaktian-kebaktian gereja dan kebaktian open house lembaga pelayanan dari kampus. Ada kebaktian yang hanya diiringi piano dan organ, ada kebaktian yang diiringi band. Ada orang yang senang dengan kebaktian yang sunyi, ada yang senang dengan aliran karismatik. Semuanya sama, tidak ada yang benar atau salah, semuanya menyembah Allah yang sama, hanya caranya saja yang berbeda. Terkadang kita suka sekali arogansi gereja atau aliran tertentu. Merasa aliran kita benar dan yang lain belum tentu benar. Jujur, gw juga pernah merasa begitu, tetapi gw berpikir, toh kita memuji dan menyembah Allah yang sama, hanya saja berbeda cara.

lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya" -Kisah Para Rasul 10:34-35

Think positively,pals! Tuhan menciptakan keberagaman agar kita saling menghargai.
Alangkah indahnya hidup dalam keberagaman.

Selamat hari Minggu. Tuhan memberkati.
g.