16 November 2010

life

seorang teman saya di blognya (atau status ya) pernah berkata: friendship ends when we stop sharing. Saat ini saya merasakan (lagi) sepertinya saya akan kehilangan (lagi) seorang teman akrab. Saya sudah kehilangan teman-teman akrab saya di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, dan sepertinya saya akan kehilangan satu orang teman akrab saya dari sekolah menengah atas. Sejujurnya sih saya sudah mulai merasa kehilangan dia semenjak naik kelas ke kelas XI dan saya rasa sebentar lagi saya akan kehilangan dia seutuhnya (apasih bahasa gw -,-). Saya tidak tahu harus bagaimana dan harus berbuat apa. Let it flow sajalah ya. People come and go but best friend will stay forever. She will go her way and I'll go mine.

Saya merasa teman-teman (SMA) saya sudah merasa betah dan akrab dengan teman-teman fakultasnya. Sudah mulai merasakan sebuah keluarga baru. Saya seperti merasa hampir semua orang sudah menikmati masa-masa kuliahnya dan teman-temannya. Saya jadi merasa left behind banget. Saya merasa sangat sangat sangat ANSOS. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan di saat-saat sendu seperti ini saya tidak tahu harus berbagi cerita dengan siapa. Saya tidak tahu harus berkeluh kesah dengan siapa. Dan semua itu membuat saya duduk di depan laptop ini, mengetik, mengeluarkan isi hati dan pikiran saya. Bukannya duduk dan memelototi soal tutorial fisika karena Jumat nanti saya UTS ke-2 Fisika. Nilai UTS 1 fisika saya hancur lebur dan saya sangat harus memperbaikinya di UTS 2, tetapi semangat belajar saya runtuh dan remuk. Hilang dibawa angin -,-

Intinya, saya sedang menjalani hari-hari yang datar dan penuh lubang. Tetapi, saya mau percaya bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan saya melewatinya sendirian. Ada banyak hal yang saya keluhkan, tetapi ada berlipat ganda banyaknya hal yang bisa saya syukuri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar