30 Juni 2011

marriage





pembicaraan anak kosan di sore hari.
entah apa yang pertama kali kami bicarakan, di meja segiempat yang berukuran sedang di lantai tiga, tiba-tiba kami membicarakan tentang pernikahan.
"junior gue di singapore, baru beberapa minggu atau bulan di singapore tiba-tiba balik ke medan buat nikah", ujar salah seorang teman
"..........teman seangkatan gue juga mulai dari pengumuman uan gitu udah jarang kelihatan dan pas prom gak dateng ternyata lagi sibuk ngurusin penikahannya", cerita seorang teman lainnya. 
"waktu itu gue ngelihat di facebook foto junior gue itu, kayak foto candid gitu, si cewek sama cowok lagi bertatapan dan kelihatan kayak bahagia banget gitu", teman gue cerita dengan semangatnya

"ah gue capek kuliah, capek belajar, pengen nikah aja"
pernah gak kalian ngomong begitu? gue sih sering denger kata-kata itu dari teman-teman deket gue di kuliah, tapi itu ya cuma omongan iseng belaka (atau sebenernya emang jeritan hati? entahlah)
teman-teman dari teman-teman gue itu menikah diumur yang sangat belia. tujuh belas sampai delapan belas tahunlah usianya. saat ini gue delapan belas jalan sembilan belas tahun. memikirkan menikah diumur sebelia ini benar-benar nightmare buat gue. gue aja yang kuliah, yang seharusnya bisa melakukan banyak hal dan bersosialisasi, ketemu banyak orang, dapat banyak pengalaman, tidak melakukan dan mengalami apa yang seharusnya orang seumuran gue lakukan, memanfaatkan masa mudanya dengan sebaik-baiknya. ya, sebenernya bukan berarti orang yang menikah di umur (sangat) muda itu hidupnya jadi terkekang gitu, tapi ya pasti berbedalah dengan yang belum menikah. Dari cerita teman gue, mereka yang menikah itu tidak melanjutkan sekolah. mereka ada yang membantu suami dan berbisnis atau ya tidak melakukan apapun.

gue sendiri tidak ingin menikah sebelum lulus dan mendapatkan kerja. kuliah di S1 masih tiga tahun lagi, ditambah satu tahun untuk keprofesian. belum lagi kalau ternyata nanti gue tertarik untuk S2 (entahlah ya). dan gue harus kerja dulu, punya penghasilan dulu, baru mau menikah. benar-benar tidak terasa sekali kalau gue sudah mau 19 tahun (24 hari lagi!). Tidak terasa itu sudah tahun terakhir berkepala satu. tidak terasa sudah sebesar ini, setua ini. sebenarnya tidak terasa, sebentar lagi gue dapat undangan pernikahan dari teman-teman seangkatan. time flies like an arrow. kalau gue pribadi, ingin sukses dulu, ingin belajar banyak hal, ingin punya banyak pengalaman sebelum terikat oleh janji seumur hidup. masa muda tidak datang dua kali. tidak berarti kalau nikah muda jadi gak menikmati masa muda sih, tetapi pasti beda kan rasanya?


This very moment, right here and now
Begins the journey of my dreams On to forever, hand in hand With the one who matters most to meI have tomorrow to look forward to For God has given me you

To have and to hold
To cherish and honor To love and call my very own To share all I am with Body, heart and soul You are mine as I am yours To have and to hold


pictures taken from  axioo.com
lyric: to have and to hold  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar